Junda juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
ASN diminta ikut menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan. Pemerintah Provinsi Sulbar juga terus melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
Usai apel, Kepala DKP Sulbar Safaruddin tidak langsung mengakhiri kegiatan. Ia menggelar rapat internal bersama jajaran pejabat di lingkungan DKP Sulbar.
Safaruddin meminta bagian kesekretariatan melakukan evaluasi administrasi secara menyeluruh. Sementara bidang teknis diminta mengecek kembali proposal serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Setelah apel ini, saya minta ada evaluasi administratif yang menyeluruh oleh bagian Kesekretariatan. Dan saya instruksikan kepada masing-masing bidang teknis untuk mengecek kembali proposal dan memastikan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh pihak ketiga berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran,” tegas Safaruddin.
Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan seluruh program DKP berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat langsung bagi nelayan serta pembudidaya ikan.
Rapat internal tersebut sekaligus membahas sejumlah langkah strategis DKP Sulbar menghadapi triwulan terakhir 2026.
Safaruddin menegaskan, penguatan disiplin, akuntabilitas dan pengawasan menjadi bagian penting dalam memastikan program kelautan dan perikanan berjalan efektif serta memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir Sulawesi Barat.
(*/w)












