“Tujuannya untuk mengapresiasi mahasiswa berprestasi dan yang tidak mampu,” katanya.
Agusnia menilai keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu kendala bagi generasi muda dalam mengakses pendidikan tinggi.
Sementara itu, program bantuan pendidikan dari pemerintah dinilainya belum mampu menjangkau seluruh calon mahasiswa yang membutuhkan.
“Kami sangat merespons anak-anak yang ingin berkuliah, tetapi tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, kami hadir untuk mengurangi beban mereka. Kami tahu bahwa beasiswa dari pemerintah sangat terbatas dan memiliki banyak persyaratan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemberian beasiswa tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Institut Hasan Sulur melalui Yayasan Tomatindo Dilimboro berkomitmen melanjutkan program bantuan pendidikan secara rutin setiap tahun.
“Institut Hasan Sulur melalui Yayasan Tomatindo Dilimboro setiap tahunnya akan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang ingin melanjutkan kuliah, tetapi tidak memiliki biaya,” tegasnya.
Melalui realisasi program beasiswa tersebut, Institut Hasan Sulur berharap semakin banyak generasi muda di Kabupaten Polewali Mandar yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa terhambat persoalan biaya.
Agusnia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Tomatindo Dilimboro atas dukungan yang diberikan dalam merealisasikan program beasiswa tersebut. Menurutnya, dukungan yayasan menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membantu mahasiswa berprestasi dan kurang mampu dalam mewujudkan cita-cita mereka.












