Karena itu, ia meminta para jemaah yang hadir pada malam tersebut menjaga kekhusyukan selama rangkaian pembacaan Barzanji.
“Jadi, sekarang-sekarang ini banyak orang baca Barzanji tapi cerita juga di belakang. Olehnya itu kalau kita sebentar ini, baca Barzanji jangan kita cerita,” katanya.
Ia kemudian menyampaikan kembali pesan yang pernah diterimanya dari orang tua mengenai penghormatan terhadap Rasulullah SAW.
“Karena siapa tahu hadir Nabi pada malam ini di sini,” ucapnya.
Pesan tersebut disampaikan Suhardi sebagai pengingat agar tradisi pembacaan Barzanji tidak hanya dijalankan sebagai rangkaian seremonial dalam peringatan Maulid, tetapi juga diikuti dengan sikap hormat dan kekhusyukan.
Setelah pembacaan Barzanji selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Khalid Rasyid.
Rangkaian peringatan Maulid kemudian ditutup dengan salat Isya berjemaah dan makan malam bersama para tamu undangan.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Suhardi Duka untuk mengajak jemaah menjaga sikap selama pembacaan Barzanji sebagai bagian dari penghormatan terhadap tradisi dan riwayat Nabi Muhammad SAW. (*/w)












