(Pengisian ke roda 4, di sinyalir menyalahgunakan BBM subsidi.)
Lebih jauh, hasil penelusuran mengindikasikan adanya pola terstruktur dalam distribusi BBM subsidi. Praktik ini diduga tidak hanya melibatkan operator di lapangan, tetapi juga berada dalam pusaran permainan investor yang tidak transparan.
Selain itu, muncul dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan atau “bekingan”, sehingga aktivitas penyelewengan dapat berlangsung secara sistematis dan sulit tersentuh penegakan hukum.
(Pemindahan BBM Subsidi dari roda 4 ke jerigen.)
Sejumlah sumber menyebutkan, praktik ini tidak hanya merugikan negara dari sisi subsidi, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Kelangkaan BBM pada pagi hingga siang hari, antrean panjang, serta meningkatnya harga di tingkat pengecer menjadi konsekuensi yang dirasakan warga.
“Yang dirugikan itu masyarakat kecil. Subsidi seharusnya membantu, tapi justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan,” tambah Muh Ifrad.
Ia mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan penindakan tegas serta mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak-pihak di balik praktik tersebut.
Sementara itu, warga setempat mengaku kerap kesulitan mendapatkan BBM pada pagi hari. Mereka berharap adanya pengawasan yang lebih ketat agar distribusi BBM subsidi berjalan sesuai peruntukannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait dugaan praktik tersebut. (*/wu)












