Menurutnya, organisasi nonpemerintah (NGO) dan lembaga filantropi juga dapat mengambil peran dalam mendukung program tersebut.
“Mungkin bisa mengambil peranan di dalam itu. Itu kita harapkan dan insya Allah akan ditindaklanjuti oleh mereka,” ungkapnya.
Ia berharap ketertarikan tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang mendukung pelaksanaan dan penguatan Pastipadu di Sulbar.
“Kami berharap Konjen Australia ikut mengintervensi Pastipadu ini,” tutup Suhardi.
Selain Pastipadu, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama di bidang peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Salah satu bentuk kerja sama yang telah terbuka adalah dukungan pendidikan bagi anak-anak Sulbar yang melanjutkan studi magister atau S2.
“Kerja sama yang pertama terbuka sudah tentang peningkatan SDM. Jadi anak-anak kita di sini yang mengambil S2 itu bisa 50-50 kita. Kita biaya setengah, mereka juga biaya setengah. Jadi terbuka sudah,” pungkasnya.
Suhardi berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat program penanganan persoalan sosial di Sulawesi Barat.
(*/w)












