“Perpusip Sulbar terus mendorong pendataan naskah kuno yang masih tersimpan di tengah masyarakat, termasuk naskah yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan kebudayaan lokal,” kata Mustari Mula.
Menurutnya, melalui pendataan tersebut, keberadaan naskah dapat diketahui dan terdokumentasi sehingga mendapat perhatian dalam upaya pelestarian.
Mustari mengatakan kegiatan di Pamboang juga memperkuat komitmen Perpusip Sulbar dalam menjaga warisan dokumenter daerah.
Naskah-naskah tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat, peneliti dan generasi muda dalam memahami sejarah serta kebudayaan Sulawesi Barat.
“Dengan semakin banyaknya naskah kuno yang teridentifikasi dan terdata, diharapkan jejak sejarah dan kekayaan budaya Sulbar dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang,” tutupnya.
(*/w)












