MAJENE, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyerahkan bantuan ternak berupa kambing dan ayam petelur kepada kelompok tani dan ternak di Kabupaten Majene, Selasa (25/8/2026). Bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mengembangkan potensi peternakan daerah.
Suhardi Duka mengatakan sektor peternakan memiliki peluang besar untuk dikembangkan, khususnya di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar yang dinilai memiliki sumber daya manusia berpengalaman dalam beternak kambing.
“Tahun lalu, kita alokasi anggaran kambing cukup besar. Karena memang kita ingin melihat bahwa di Mandar ini, utamanya Polman dengan Majene, peternak-peternak kambingnya itu ahli-ahli semua, pintar-pintar semua. Jadi kalau dikasih kambing yang bagus, tampak bagus hasilnya,” ujar Suhardi Duka.
Menurutnya, pemberian bibit ternak berkualitas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan sumber pendapatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Suhardi Duka bahkan menargetkan jumlah kelompok penerima bantuan kambing di Kabupaten Majene ditambah menjadi 30 kelompok pada tahun depan. Penambahan tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Tahun depan, kasih 30 untuk Kabupaten Majene. Kita tambah 30, jadi 30 kelompok untuk Kabupaten Majene tahun depan. Semoga rezeki ada,” tegasnya.
Ia mengakui jumlah bantuan kambing tahun ini masih terbatas dibandingkan tahun sebelumnya karena kondisi fiskal pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat yang belum menerima bantuan diminta tidak berkecil hati.
“Yang tidak dapat tahun ini, tidak usah kecewa, apalagi marah-marah. Karena memang membagi yang tidak cukup itu susah,” katanya.
Selain kambing, Pemprov Sulbar juga mendorong pengembangan ayam petelur dan ayam pedaging. Menurut Suhardi Duka, sektor tersebut memiliki peluang untuk mendukung kebutuhan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ayam petelur, ayam pedaging, itu semua bisa masuk di MBG. Kita topang MBG sehingga anak-anak kita bisa makan di sekolah. Sebagaimana program Pak Presiden Prabowo,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan peternakan lokal tidak hanya meningkatkan produksi dan pendapatan peternak, tetapi juga dapat membangun rantai pasok pangan daerah yang mendukung program pemerintah.











