Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka juga menjelaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari agenda pembangunan Sulawesi Barat. Pemerintah, kata dia, memiliki harapan besar untuk memperbaiki berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga sumber pendapatan masyarakat.
“Kita ingin membangun daerah ini dengan harapan kita yang sangat tinggi. Kita ingin menyelesaikan infrastruktur, masih banyak jalan kita yang belum baik. Kita ingin perbaiki semua sekolah supaya masa depan anak-anak kita terjamin. Kita juga ingin melayani kesehatan masyarakat dengan baik. Termasuk sumber-sumber pendapatan masyarakat kita ingin perbaiki,” ungkapnya.
Namun, ia mengakui kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini cukup berat. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, Pemprov Sulbar tetap berkomitmen mendukung pemerintah kabupaten. Untuk Kabupaten Majene, pemerintah provinsi memberikan tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk membantu memenuhi kebutuhan belanja, termasuk pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), dan kebutuhan lainnya.
“Dengan demikian, persoalan pegawai di Kabupaten Majene selesai. Bahkan seluruh Provinsi Sulbar selesai persoalan pegawai. Kami juga sudah tambahkan untuk PPPK empat bulan dan sedikit juga yang lainnya,” jelasnya.
Suhardi Duka juga memastikan keterbatasan fiskal tidak boleh menghambat pelayanan kesehatan masyarakat. Pemprov Sulbar bersama enam pemerintah kabupaten berkomitmen agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan yang tersedia.
“Alokasi anggaran, kalau tidak cukup sebagian dibantu oleh provinsi. Jadi kita saling menopang. Ada kabupaten yang kurang mampu, kita topang. Itulah kehadiran provinsi,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan anggaran untuk Kabupaten Majene tahun ini juga mencakup pembangunan infrastruktur dan sejumlah ruas jalan. Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperkuat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Suhardi Duka, bantuan ternak merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari sektor produktif. Karena itu, ia berharap kelompok penerima dapat memanfaatkan bantuan secara optimal dan mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.
“Saya kira ini semua patut kita syukuri. Dan orang yang bersyukur, insyaallah akan ditambah rezekinya oleh Allah SWT. Amin,” pungkasnya. (*/wu)











