Bau Akram juga mendorong KORMI agar memperluas akses kegiatan olahraga kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membatasi usia, latar belakang maupun wilayah.
“KORMI diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mendekatkan olahraga masyarakat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan olahraga harus dapat hadir secara luas dan inklusif, mulai dari desa dan kelurahan, sekolah, komunitas, lingkungan kerja, hingga ruang-ruang publik, sehingga olahraga menjadi bagian dari budaya hidup sehat masyarakat Sulawesi Barat,” jelasnya.
Menurut Bau Akram, penguatan olahraga masyarakat juga dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Berbagai jenis olahraga tradisional maupun olahraga rekreasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat terus dikembangkan sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi bersama KORMI, Inorga, pemerintah kabupaten, komunitas dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem olahraga masyarakat yang aktif dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Musprov KORMI Sulbar ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2030, KORMI Sulbar diharapkan semakin berperan dalam mendorong masyarakat untuk aktif bergerak, menjaga kesehatan, membangun kebersamaan, dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Penguatan olahraga masyarakat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, berkarakter, dan berdaya saing. (*/wu)











