MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjaga kerukunan umat beragama dan meningkatkan kontribusi organisasi keagamaan bagi masyarakat.
Hal tersebut mengemuka saat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Junda Maulana, menerima kunjungan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri, Safira Machrusah, dan Wasekjen MUI Pusat Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Nilmayeti Yusri, di Rumah Jabatan Sekprov Sulbar, Rabu (14/10/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari koordinasi serta monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program dan kinerja MUI di daerah.
Junda menyampaikan bahwa hubungan Pemprov Sulbar dengan MUI selama ini berjalan baik melalui koordinasi dan dukungan dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun keagamaan.
“Koordinasi antara Pemprov Sulbar dan MUI selama ini berjalan sangat baik. Kegiatan-kegiatan pemerintah juga mendapat dukungan dari pengurus MUI, begitu pula sebaliknya,” ujar Junda.
Menurutnya, keberagaman suku dan agama di Sulawesi Barat membutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk menjaga toleransi, memperkuat persatuan, dan menciptakan stabilitas daerah. Dalam hal ini, MUI dinilai memiliki peran strategis dalam pembinaan umat dan pemeliharaan keharmonisan sosial.
Junda juga menyebut keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam mendukung program organisasi melalui skema hibah. Meski demikian, Pemprov Sulbar tetap berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan keuangan dan ketentuan yang berlaku, termasuk melalui fasilitasi sarana dan tempat kegiatan.
Sementara itu, Safira Machrusah menjelaskan bahwa monev MUI Pusat dilaksanakan setiap dua tahun untuk mengukur kontribusi MUI daerah, baik dalam penguatan kelembagaan maupun manfaat program bagi masyarakat.












