“Tema kita tahun ini adalah makanan. Kita memiliki banyak variasi makanan khas yang diperkenalkan kepada masyarakat. Harapannya, kegiatan ini terus berkembang sehingga tetap menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara,” jelas Junda.
Selain menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, Manakarra Fair juga dinilai memberi dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Junda menyebutkan, penyelenggaraan tahun lalu berhasil membukukan transaksi ekonomi atau omzet sekitar Rp4 miliar, terutama dari sektor UMKM, kuliner, dan jasa.
“Kalau tahun lalu Manakarra Fair memiliki omzet sekitar Rp4 miliar. Mudah-mudahan tahun ini juga dapat menghasilkan omzet yang lebih besar sehingga semakin mendorong perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Junda, sektor akomodasi serta makan dan minum menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada 2026. Karena itu, penyelenggaraan berbagai event dinilai mampu memberikan efek berganda terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, serta penjualan produk UMKM.
“Semakin banyak event, semakin banyak orang datang ke Sulawesi Barat. Dampaknya tentu akan meningkatkan aktivitas ekonomi, mulai dari konsumsi kuliner, penggunaan akomodasi, hingga belanja produk-produk UMKM,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Junda berharap Manakarra Fair 2026 berlangsung sukses dan kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara pada tahun 2027, sehingga terus menjadi salah satu ikon promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Sulawesi Barat. (*/wu)












