Beranda HEADLINE Kebijakan BGN Dipertanyakan, Pengadaan Motor Listrik Dinilai Prematur HEADLINEKebijakan BGN Dipertanyakan, Pengadaan Motor Listrik Dinilai PrematurRedaksi Simboro3 min baca13 April 202613 April 2026×Kebijakan BGN Dipertanyakan, Pengadaan Motor Listrik Dinilai PrematurSebarkan artikel ini Irfan Ketua Komunitas Mahasiswa Untuk Kedaulatan Rakyat (KOMKAR), soroti program BGN. Mamuju, Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terkait 21.801 unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini masih menuai sorotan publik. Kondisi tersebut dinilai sebagai ironi di tengah tekanan ekonomi masyarakat yang kian meningkat. Di saat harga kebutuhan pokok terus naik, daya beli masyarakat menurun, dan akses terhadap pekerjaan semakin terbatas, kebijakan pengadaan kendaraan operasional tersebut justru dipandang sebagai bentuk pemborosan anggaran negara. Motor listrik yang dibeli melalui APBN dengan nilai sekitar Rp6,9 miliar itu direncanakan untuk mendukung operasional anggota SPPG dalam program MBG. Namun, belum terdistribusinya ribuan unit kendaraan tersebut menimbulkan pertanyaan luas di kalangan masyarakat. Sejumlah pihak menilai persoalan ini bukan sekadar kendala teknis, melainkan mencerminkan lemahnya perencanaan serta kurangnya kepekaan terhadap kondisi sosial. BACA JUGA: Gubernur Suhardi Duka Secara Resmi Melepas 393 Jemaah Baji Asal Kabupaten Mamuju Menuju Tanah SuciKebijakan ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai urgensi pengadaan. Pembelian dilakukan saat kesiapan distribusi dan implementasi di lapangan belum matang. Selain itu, tidak adanya skema pelaksanaan yang jelas dinilai bertentangan dengan prinsip efisiensi yang selama ini dibebankan kepada masyarakat. Lebih jauh, program MBG yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi nasional kini dinilai berpotensi kehilangan legitimasi. Ketidaksiapan instrumen pendukung di lapangan memperkuat keraguan publik terhadap efektivitas program tersebut. Bahkan, sebagian masyarakat mulai menyoroti potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Ketua KOMKAR (Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat), Irfan, menilai kondisi ini mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola kebijakan publik. Menurutnya, terdapat tiga masalah utama, yakni kegagalan perencanaan yang tidak berbasis kebutuhan riil masyarakat, pemborosan anggaran di tengah tekanan ekonomi, serta minimnya akuntabilitas dalam penggunaan dana program strategis nasional. BACA JUGA: Kominfo Sulbar Rilis Capaian Kinerja 2025, Wujudkan Sulbar Digital yang TerintegrasiIa juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit terbuka dan transparan terhadap pengadaan 21.801 unit motor listrik, termasuk pengadaan barang lain seperti kaos kaki, laptop, dan tablet. Selain itu, pemerintah diminta membuka secara rinci seluruh proses pengadaan di Badan Gizi Nasional, termasuk spesifikasi barang dan mekanisme pelaksanaannya. Menurut Irfan, pemerintah juga perlu memberikan penjelasan resmi kepada publik mengenai alasan pengadaan tersebut. Ia menambahkan, apabila pengadaan tidak sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA), maka berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Irfan juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG agar tidak menjadi beban baru bagi negara maupun berpotensi dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu. TNI dan Polri memiliki fungsi dasar yang saling melengkapi dalam merespons dinamika geopolitik global, dengan fokus pada pertahanan kedaulatan negara dan pemeliharaan stabilitas dalam negeri. Di tengah ketegangan global yang kompleks, sinergitas keduanya mutlak diperlukan untuk memastikan keamanan nasional tetap terjaga. Selain itu, Irfan menekankan pentingnya menjaga profesionalitas lembaga negara, termasuk memastikan fungsi institusi seperti TNI dan Polri tetap berjalan sesuai tugas pokoknya dalam menjaga pertahanan dan keamanan, dimana lembaga tersebut anggotanya terlibat langsung dalam pengurusan dapur MBG. BACA JUGA: Gubernur Suhardi Duka Secara Resmi Melepas 393 Jemaah Baji Asal Kabupaten Mamuju Menuju Tanah SuciPemerintah seharusnya menjadi contoh dalam penerapan efisiensi anggaran. Ketika masyarakat diminta berhemat, kebijakan yang diambil negara harus mencerminkan prinsip kehati-hatian dan efektivitas. Jika pemborosan justru terjadi di tingkat kebijakan, maka yang terancam bukan hanya kualitas program, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah, tutup Irfan. (*/vo) 1 2» Pos TerkaitHEADLINEKominfo Sulbar Rilis Capaian Kinerja 2025, Wujudkan Sulbar Digital yang TerintegrasiHEADLINEGubernur SDK: Otonomi Daerah Harus Menjadi Momentum untuk Meningkatkan Pelayanan dan PembangunanHEADLINEGubernur Suhardi Duka Hadiri Musyawarah KBPP Polri, Tekankan Peran Organisasi dalam Pembangunan DaerahHEADLINEMusrenbang RKPD Sulbar 2027: Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Penurunan KemiskinanHEADLINEGubernur Sulbar Suhardi Duka Sambut Kunjungan Kaltim, Bahas Peningkatan PAD Melalui Pajak Air PermukaanHEADLINEGubernur Sulbar, Tambahan Penghasilan dari BKK untuk Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Aparat Desa Baca JugaKominfo Sulbar Rilis Capaian Kinerja 2025, Wujudkan Sulbar Digital yang TerintegrasiHEADLINE14 Mei 2026MAMUJU, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menekankan pentingnya… Gubernur SDK: Otonomi Daerah Harus Menjadi Momentum untuk Meningkatkan Pelayanan dan PembangunanHEADLINE25 April 2026Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat merayakan Hari Otonomi… Gubernur Suhardi Duka Hadiri Musyawarah KBPP Polri, Tekankan Peran Organisasi dalam Pembangunan DaerahHEADLINE25 April 2026Mamuuju, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri Musyawarah… Musrenbang RKPD Sulbar 2027: Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Penurunan KemiskinanHEADLINE10 April 2026Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan puncak… Gubernur Sulbar Suhardi Duka Sambut Kunjungan Kaltim, Bahas Peningkatan PAD Melalui Pajak Air PermukaanHEADLINE29 Maret 2026Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali menunjukkan inovasi… Gubernur Sulbar, Tambahan Penghasilan dari BKK untuk Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Aparat DesaHEADLINE5 Maret 20266 Maret 2026Mamuju, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) membuka… × HOME REGIONAL SULAWESI BARAT MAJENE MAMASA MAMUJU MAMUJU TENGAH PASANGKAYU POLEWALI MANDAR STYLE KESEHATAN OLAHRAGA TEKNOLOGI EKOPOLKUM DIKBUDPAR GALERI FOTO OPINI VIDEO RAGAM DEDIKASI DESAKU NASIONAL ADVETORIAL CEK FAKTA
Kominfo Sulbar Rilis Capaian Kinerja 2025, Wujudkan Sulbar Digital yang TerintegrasiHEADLINE14 Mei 2026MAMUJU, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menekankan pentingnya…
Gubernur SDK: Otonomi Daerah Harus Menjadi Momentum untuk Meningkatkan Pelayanan dan PembangunanHEADLINE25 April 2026Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat merayakan Hari Otonomi…
Gubernur Suhardi Duka Hadiri Musyawarah KBPP Polri, Tekankan Peran Organisasi dalam Pembangunan DaerahHEADLINE25 April 2026Mamuuju, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri Musyawarah…
Musrenbang RKPD Sulbar 2027: Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Penurunan KemiskinanHEADLINE10 April 2026Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan puncak…
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Sambut Kunjungan Kaltim, Bahas Peningkatan PAD Melalui Pajak Air PermukaanHEADLINE29 Maret 2026Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali menunjukkan inovasi…
Gubernur Sulbar, Tambahan Penghasilan dari BKK untuk Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Aparat DesaHEADLINE5 Maret 20266 Maret 2026Mamuju, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) membuka…