Beranda HEADLINE Kebijakan BGN Dipertanyakan, Pengadaan Motor Listrik Dinilai Prematur HEADLINEKebijakan BGN Dipertanyakan, Pengadaan Motor Listrik Dinilai PrematurRedaksi Simboro3 min baca13 April 202613 April 2026×Kebijakan BGN Dipertanyakan, Pengadaan Motor Listrik Dinilai PrematurSebarkan artikel ini Irfan Ketua Komunitas Mahasiswa Untuk Kedaulatan Rakyat (KOMKAR), soroti program BGN. Mamuju, Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terkait 21.801 unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini masih menuai sorotan publik. Kondisi tersebut dinilai sebagai ironi di tengah tekanan ekonomi masyarakat yang kian meningkat. Di saat harga kebutuhan pokok terus naik, daya beli masyarakat menurun, dan akses terhadap pekerjaan semakin terbatas, kebijakan pengadaan kendaraan operasional tersebut justru dipandang sebagai bentuk pemborosan anggaran negara. Motor listrik yang dibeli melalui APBN dengan nilai sekitar Rp6,9 miliar itu direncanakan untuk mendukung operasional anggota SPPG dalam program MBG. Namun, belum terdistribusinya ribuan unit kendaraan tersebut menimbulkan pertanyaan luas di kalangan masyarakat. Sejumlah pihak menilai persoalan ini bukan sekadar kendala teknis, melainkan mencerminkan lemahnya perencanaan serta kurangnya kepekaan terhadap kondisi sosial. BACA JUGA: Ekonomi Sulbar Tetap Tumbuh, BI Bidik Penguatan UMKM dan Stabilitas HargaKebijakan ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai urgensi pengadaan. Pembelian dilakukan saat kesiapan distribusi dan implementasi di lapangan belum matang. Selain itu, tidak adanya skema pelaksanaan yang jelas dinilai bertentangan dengan prinsip efisiensi yang selama ini dibebankan kepada masyarakat. Lebih jauh, program MBG yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi nasional kini dinilai berpotensi kehilangan legitimasi. Ketidaksiapan instrumen pendukung di lapangan memperkuat keraguan publik terhadap efektivitas program tersebut. Bahkan, sebagian masyarakat mulai menyoroti potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Ketua KOMKAR (Komunitas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat), Irfan, menilai kondisi ini mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola kebijakan publik. Menurutnya, terdapat tiga masalah utama, yakni kegagalan perencanaan yang tidak berbasis kebutuhan riil masyarakat, pemborosan anggaran di tengah tekanan ekonomi, serta minimnya akuntabilitas dalam penggunaan dana program strategis nasional. BACA JUGA: Kebakaran Lahan di Tapalang Barat, 15 Hektare Terdampak, Tim Gabungan Terkendala MedanIa juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit terbuka dan transparan terhadap pengadaan 21.801 unit motor listrik, termasuk pengadaan barang lain seperti kaos kaki, laptop, dan tablet. Selain itu, pemerintah diminta membuka secara rinci seluruh proses pengadaan di Badan Gizi Nasional, termasuk spesifikasi barang dan mekanisme pelaksanaannya. Menurut Irfan, pemerintah juga perlu memberikan penjelasan resmi kepada publik mengenai alasan pengadaan tersebut. Ia menambahkan, apabila pengadaan tidak sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA), maka berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Irfan juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG agar tidak menjadi beban baru bagi negara maupun berpotensi dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu. TNI dan Polri memiliki fungsi dasar yang saling melengkapi dalam merespons dinamika geopolitik global, dengan fokus pada pertahanan kedaulatan negara dan pemeliharaan stabilitas dalam negeri. Di tengah ketegangan global yang kompleks, sinergitas keduanya mutlak diperlukan untuk memastikan keamanan nasional tetap terjaga. Selain itu, Irfan menekankan pentingnya menjaga profesionalitas lembaga negara, termasuk memastikan fungsi institusi seperti TNI dan Polri tetap berjalan sesuai tugas pokoknya dalam menjaga pertahanan dan keamanan, dimana lembaga tersebut anggotanya terlibat langsung dalam pengurusan dapur MBG. BACA JUGA: Pertahankan Ruang Hidup, LAWAN Serukan Penolakan Tambang LTJPemerintah seharusnya menjadi contoh dalam penerapan efisiensi anggaran. Ketika masyarakat diminta berhemat, kebijakan yang diambil negara harus mencerminkan prinsip kehati-hatian dan efektivitas. Jika pemborosan justru terjadi di tingkat kebijakan, maka yang terancam bukan hanya kualitas program, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah, tutup Irfan. (*/vo) 1 2» Pos TerkaitHEADLINEPertahankan Ruang Hidup, LAWAN Serukan Penolakan Tambang LTJHEADLINEKetua BPD Sampaga Soroti Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan hingga Program Desa yang Belum TerealisasiHEADLINEWarga Takandeang Deklarasikan LAWAN: Penolakan Terhadap Tambang Logam Tanah JarangHEADLINEMenteri Lingkungan Hidup Segel 21 Perusahaan Terkait Karhutla, Ratusan Hektare Lahan TerbakarHEADLINERapat Koalisi Sulbar Maju Memanas, NasDem Walk Out Bahas Pengusulan WagubHEADLINETanah 446 Meter Persegi di Bilayya Gowa Ditawarkan, Lokasi Berkembang dengan Akses Mudah Baca JugaPertahankan Ruang Hidup, LAWAN Serukan Penolakan Tambang LTJHEADLINE30 September 20261 Oktober 2026MAMUJU, Warga Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi… Ketua BPD Sampaga Soroti Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan hingga Program Desa yang Belum TerealisasiHEADLINE19 September 202619 September 2026MAMUJU,Simboro.id – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sampaga, Andi… Warga Takandeang Deklarasikan LAWAN: Penolakan Terhadap Tambang Logam Tanah JarangHEADLINE13 September 2026MAMUJU, Simboro.id – Masyarakat yang tergabung dalam Lingkar Aksi… Menteri Lingkungan Hidup Segel 21 Perusahaan Terkait Karhutla, Ratusan Hektare Lahan TerbakarHEADLINE4 September 2026Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas… Rapat Koalisi Sulbar Maju Memanas, NasDem Walk Out Bahas Pengusulan WagubHEADLINE23 Agustus 202623 Agustus 2026MAMUJU, Rapat Koalisi Sulbar Maju terkait pengusulan calon Wakil… Tanah 446 Meter Persegi di Bilayya Gowa Ditawarkan, Lokasi Berkembang dengan Akses MudahHEADLINE4 Agustus 2026Simboro.Id, Gowa – Kesempatan bagi masyarakat yang sedang… × HOME REGIONAL SULAWESI BARAT MAJENE MAMASA MAMUJU MAMUJU TENGAH PASANGKAYU POLEWALI MANDAR STYLE KESEHATAN OLAHRAGA TEKNOLOGI EKOPOLKUM DIKBUDPAR GALERI FOTO OPINI VIDEO RAGAM DEDIKASI DESAKU NASIONAL ADVETORIAL CEK FAKTA
Pertahankan Ruang Hidup, LAWAN Serukan Penolakan Tambang LTJHEADLINE30 September 20261 Oktober 2026MAMUJU, Warga Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi…
Ketua BPD Sampaga Soroti Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan hingga Program Desa yang Belum TerealisasiHEADLINE19 September 202619 September 2026MAMUJU,Simboro.id – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sampaga, Andi…
Warga Takandeang Deklarasikan LAWAN: Penolakan Terhadap Tambang Logam Tanah JarangHEADLINE13 September 2026MAMUJU, Simboro.id – Masyarakat yang tergabung dalam Lingkar Aksi…
Menteri Lingkungan Hidup Segel 21 Perusahaan Terkait Karhutla, Ratusan Hektare Lahan TerbakarHEADLINE4 September 2026Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas…
Rapat Koalisi Sulbar Maju Memanas, NasDem Walk Out Bahas Pengusulan WagubHEADLINE23 Agustus 202623 Agustus 2026MAMUJU, Rapat Koalisi Sulbar Maju terkait pengusulan calon Wakil…
Tanah 446 Meter Persegi di Bilayya Gowa Ditawarkan, Lokasi Berkembang dengan Akses MudahHEADLINE4 Agustus 2026Simboro.Id, Gowa – Kesempatan bagi masyarakat yang sedang…