Mamuju – Tim 3 Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan kebakaran lahan di Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju. Kejadian itu dilaporkan pada Rabu, 7/10/2026, sekitar pukul 19.46 WITA.
Laporan diterima Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju melalui pesan WhatsApp dari aparat setempat. Informasi kemudian diteruskan ke grup Damkar Mamuju untuk ditindaklanjuti.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkar Kabupaten Mamuju menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran bersama lima personel. Sementara itu, BPBD Provinsi Sulawesi Barat menurunkan satu unit mobil tangki air beserta empat personel untuk mendukung pasokan air dalam proses pemadaman.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah menyampaikan bahwa penanganan Karhutla ini merupakan bagian dari upaya BPBD Sulbar memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap kebakaran lahan di wilayah Sulawesi Barat.
“BPBD Provinsi Sulawesi Barat bersama BPBD Kabupaten Mamuju, Damkar, aparat setempat dan masyarakat terus melakukan koordinasi, pemantauan serta upaya pemadaman di lokasi. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi medan dan ketersediaan sumber air,” ujar Yasir Fattah.
Kejadian pada 7/10/2026 berada di titik lokasi yang sama dengan kebakaran lahan pada 4/10/2026 sekitar pukul 11.10 WITA. Berdasarkan pemantauan dan informasi masyarakat, lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare.
Dalam proses penanganan, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala. Beberapa titik api berada di kawasan perbukitan yang cukup jauh dan tidak dapat dijangkau maksimal oleh selang pemadam. Sumber air juga berada cukup jauh dari lokasi, sementara jaringan komunikasi di wilayah tersebut kurang lancar.
Karena kondisi medan yang sulit dijangkau, api belum sepenuhnya dapat dipadamkan. Tim gabungan terus memantau titik api dan melanjutkan upaya pemadaman sesuai kondisi di lapangan.
BPBD Provinsi Sulawesi Barat juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mamuju serta aparat setempat untuk memperoleh informasi mengenai kronologi, kondisi terkini, dan penyebab kebakaran. Hingga laporan disusun, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penelusuran.
Yasir Fattah menegaskan langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana. Arahan itu khususnya memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapsiagaan, dan memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan terukur.
“Prioritas kita adalah memastikan api dapat dikendalikan, mencegah meluasnya area terdampak, serta memastikan koordinasi antara pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat dan masyarakat tetap berjalan,” tutup Yasir Fattah.
(*/w)












