MAJENE

Junda Maulana Dorong Fapertahut Unsulbar Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Daerah

×

Junda Maulana Dorong Fapertahut Unsulbar Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Daerah

Sebarkan artikel ini
Proses pemilihan Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) periode 2026–2030.

Persoalan sumber daya manusia dan kemahasiswaan juga menjadi bagian dari pertanyaan Junda.

Ia mendorong agar mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan pendukung atau soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

“Kita berharap alumni Fakultas Pertanian ini sudah ada pasar kerjanya, jadi siap pakai,” katanya.

Junda juga menyoroti tata kelola fakultas, termasuk optimalisasi peran senat dalam pengambilan keputusan strategis dan pengawasan.

BACA JUGA:  Enam Sandeq Raih Hadiah Etape Pertama Sandeq Silumba 2026

Pada bagian lain, Junda membawa persoalan kehutanan ke dalam proses pemilihan dekan.

Ia mempertanyakan peran Fakultas Pertanian dan Kehutanan dalam merespons tekanan terhadap kawasan hutan, termasuk melalui penelitian dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.

“Untuk menghadapi tekanan deforestasi, bagaimana peran Fakultas Pertanian dan Kehutanan di Sulawesi Barat untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintahan?” tanyanya.

BACA JUGA:  Aktivasi IKD Digenjot, ASN Sulbar Disiapkan Jadi Agen Perlinsos

Menurut Junda, persoalan kehutanan dan tata kelola lahan membutuhkan dukungan pengetahuan serta kajian akademik. Termasuk persoalan konflik dan pengelolaan lahan perkebunan yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sulawesi Barat.

Ia menilai Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar memiliki peluang untuk menjadi mitra pemerintah dalam memberikan solusi berbasis riset terhadap berbagai persoalan tersebut.

BACA JUGA:  Pemprov Sulbar Matangkan Pendataan Perlindungan Sosial Berbasis Digital

Junda berharap fakultas tersebut tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Pertanyaan-pertanyaan ini pada dasarnya bermuara pada satu harapan, bagaimana Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar dapat mengambil peran dalam menjawab kebutuhan dan persoalan pembangunan Sulawesi Barat,” ujarnya.

(*/w)