Untuk menekan pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja, Pemprov Sulbar menjalankan program padat karya pada 2026.
Program tersebut dilaksanakan di 334 titik dengan anggaran sekitar Rp50,94 miliar dan menyerap sekitar 7.900 tenaga kerja.
Selain membuka kesempatan kerja melalui program padat karya, pemerintah juga memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan keterampilan dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
Suhardi menegaskan pembangunan sektor ketenagakerjaan ke depan harus diarahkan bukan hanya pada peningkatan jumlah orang yang bekerja, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, pekerjaan yang tersedia perlu memberikan produktivitas, kepastian dan peluang kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Sulbar.
(*/w)












