Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana agar penanganan bencana dilakukan secara terpadu, responsif, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat dari seluruh unsur. Kami terus memperkuat dukungan melalui TRC BPBD Sulbar agar upaya penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi yang dihadapi,” ujar Yasir.
Pada hari kedua operasi, koordinasi antara BPBD Sulbar dan BPBD Kabupaten Mamuju terus diperkuat untuk menyesuaikan dukungan personel, peralatan, dan kebutuhan operasional dengan perkembangan situasi di lapangan.
Yasir menegaskan, keselamatan personel harus menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Seluruh unsur juga diminta terus berkoordinasi untuk mencegah api meluas ke wilayah lain yang berpotensi terdampak. (*/w)












