“Melalui pelatihan ini, diharapkan 30 tenaga kesehatan dari 10 Puskesmas dapat menjadi bagian dari sumber daya kesehatan yang siap memberikan dukungan pelayanan gizi saat terjadi bencana di wilayah Sulawesi Barat,” kata Nursyamsi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong kesiapsiagaan tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dalam berbagai kondisi.
Penguatan kapasitas tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
Dengan adanya pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih siap menangani kebutuhan gizi masyarakat saat terjadi kondisi kedaruratan di wilayah Sulawesi Barat.
(*/w)












