Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, juga menekankan pentingnya akurasi data wilayah sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan. “Setiap jengkal wilayah Sulawesi Barat harus terdata dengan baik, agar program pembangunan, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan pengelolaan sumber daya alam dapat dilaksanakan secara efektif dan terjamin legalitasnya,” ujar Suhardi Duka.
Proses ini diharapkan akan memastikan bahwa perubahan nama rupabumi dan pencatatan pulau baru di Mamuju dapat segera diselesaikan, dengan harapan agar semua pihak dapat turut berperan dalam melestarikan dan menjaga kekayaan geospasial Sulawesi Barat.
Biro Pemkesra juga mengajak masyarakat untuk mengenali dan merawat nama-nama rupabumi di wilayah mereka sebagai bagian dari upaya untuk mencintai tanah dan warisan daerah. (*/wu)












