MAJENE

Maulid Salabose Jadi Titik Penting Tradisi Mandar, SDK Dorong Pelestarian Budaya

×

Maulid Salabose Jadi Titik Penting Tradisi Mandar, SDK Dorong Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Salabose, Majene.

“Masjid di Lambanan nanti tanggal 26 baru maulid. Salabose dulu, baru Lambanan. Ini adalah etika. Ini adalah ilmu yang sangat tinggi bagi kita masyarakat Mandar,” tuturnya.

Suhardi Duka juga mengenang pengalamannya ketika masih menjadi mahasiswa. Ia menceritakan pesan orang tuanya agar menunggu pelaksanaan maulid di masjid sebelum berangkat menuju Makassar menggunakan sepeda motor.

“Jadi, saya berangkat sekitar jam 11, selesai maulid di masjid, baru saya berangkat. Alhamdulillah saya selamat sampai Makassar,” kenangnya.

BACA JUGA:  Perkuat Ekonomi Peternak, Gubernur Suhardi Duka Salurkan Bantuan Ternak di Majene

Dari pengalaman dan tradisi tersebut, Suhardi Duka menegaskan bahwa agama dan budaya tidak semestinya dipertentangkan. Menurutnya, keduanya dapat berjalan beriringan dan saling memperkuat kehidupan masyarakat.

“Agama dengan budaya itu saling melengkapi dan saling menguatkan. Agama akan lebih kuat dan mengakar apabila ditopang oleh budaya. Karena budaya lahir dari kebiasaan dan dari para leluhur kita,” ujar SDK.

Ia menilai rangkaian tradisi yang menyertai peringatan Maulid Nabi merupakan kekayaan masyarakat Mandar yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

BACA JUGA:  Jelang HUT ke-25 Demokrat, SDK Pimpin Jalan Sehat dan Aksi Bersih di Mamuju

Menurutnya, Maulid Salabose tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya Sulawesi Barat.

Karena itu, Suhardi Duka mengapresiasi masyarakat yang terus mempertahankan tradisi Maulid Salabose sekaligus mendorong adanya dukungan pemerintah terhadap pelestarian kegiatan tersebut.

“Ini tanda, Pak Kadis, bahwa untuk tahun depan Allah kasihkan anggaran untuk maulid di sini,” katanya.

Ia berharap dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten dapat terus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga tradisi dan kearifan lokal.

BACA JUGA:  Perkuat Ekonomi Peternak, Gubernur Suhardi Duka Salurkan Bantuan Ternak di Majene

Suhardi Duka menambahkan, pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten akan terus berkomitmen mendorong pembangunan dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Melalui pelaksanaan Maulid Salabose, ia berharap nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memastikan tradisi keagamaan dan budaya Mandar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. (*/wu)