Ia menyebut sejumlah komoditas unggulan seperti kakao, kopi, dan kelapa sawit memiliki peluang besar karena mengikuti dinamika pasar global.
“Kalau orang Jakarta khawatir dolar naik, kami justru berharap nilai dolar berpengaruh atas komoditas kami yang masuk daftar ekspor dan mengikuti harga dunia. Harga kakao yang sebelumnya sekitar Rp60 ribu per kilogram kini sudah mencapai sekitar Rp80 ribu,” katanya.
SDK menegaskan bahwa Sulawesi Barat memiliki banyak potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak.
“Saya tidak bisa menerima kalau Sulbar disebut miskin. Sulbar ini kaya. Yang miskin itu pemerintahnya,” ujar SDK disambut suasana hangat para tamu undangan.
Di akhir sambutannya, Gubernur Sulbar membuka ruang kerja sama lebih luas dengan PT Taspen untuk mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan masyarakat.
“Jika ada hal-hal yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, kami siap memberikan dukungan,” tutupnya.
Sementara itu, peresmian Kantor Taspen Mamuju diharapkan menjadi momentum penguatan pelayanan publik sekaligus simbol kebangkitan fasilitas pelayanan masyarakat pascagempa yang melanda Sulawesi Barat pada 2021 lalu. (*/wu)












