Selain efisiensi anggaran, Gubernur menekankan pentingnya loyalitas ASN terhadap institusi. Pegawai diimbau tidak memperkeruh situasi internal dan menyelesaikan kesalahan secara internal dengan semangat perbaikan, bukan di ruang publik.
Lebih jauh, Suhardi mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang sedang tertekan, dengan estimasi kekurangan pendapatan mencapai Rp67 miliar, terutama dari pajak rokok dan transfer pusat. Hal ini menegaskan urgensi efisiensi dan evaluasi program secara menyeluruh.
“Penerimaan APBD semakin menurun, terutama sektor PAD. Dua jenis pendapatan, pajak rokok dan pajak APBN kurang lebih Rp67 miliar. Kini kita harus efisiensi lagi,” kata Suhardi Duka.
Menutup arahannya, Gubernur kembali menekankan nilai dasar ASN untuk mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, serta fokus pada target pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran, dengan integritas dan profesionalisme. (*/wu)












