“Kalau kita bahasa resminya hanya Indonesia, dipadukan dengan bahasa daerah. Itu yang membuat persatuan kita kuat,” katanya. Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain di Asia Tenggara yang masih terfragmentasi identitasnya.
Selain itu, Suhardi Duka mengajak masyarakat untuk bangga terhadap kemajuan bangsa di berbagai sektor, mulai dari teknologi hingga industri pertahanan. “Di ASEAN, kita lebih maju. Kita bisa bikin pesawat, kapal, kapal perang, bahkan senjata. Banggalah kita sebagai bangsa Indonesia yang besar ini,” ungkapnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya koreksi terhadap budaya negatif seperti praktik gratifikasi dan sogok menyogok, yang menurutnya sudah ada sejak masa kerajaan melalui sistem upeti.
Peringatan Harkitnas ke-118 di Sulawesi Barat berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, serta komitmen membangun Indonesia yang lebih maju. (*/mi)












