Melalui pendekatan terpadu, program tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, hingga lintas sektor lainnya.
“GARATTA TBC bukan hanya sebuah inovasi, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis di Sulawesi Barat. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target penanggulangan TBC dapat dicapai lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Nursyamsi.
Ia berharap inovasi tersebut mampu mempercepat penemuan kasus TBC, meningkatkan cakupan investigasi kontak, serta memperluas pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis bagi kelompok berisiko.
Implementasi GARATTA TBC juga sejalan dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui penguatan layanan kesehatan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui forum seminar dan pameran proyek perubahan PKN Tingkat II LAN Makassar, GARATTA TBC menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan sebagai praktik baik dalam penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang lebih sehat, maju, dan sejahtera. (*/mi)












