HEADLINESULAWESI BARAT

DLH Sulbar Sambut Arahan Wamen PUPR, Siap Perkuat Gerakan Penanganan Sampah Secara Masif

×

DLH Sulbar Sambut Arahan Wamen PUPR, Siap Perkuat Gerakan Penanganan Sampah Secara Masif

Sebarkan artikel ini
PUPR memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan tata kelola sampah yang lebih efektif.

Mamuju – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Barat menyambut positif ajakan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk menangani persoalan sampah secara masif dan berkelanjutan.

Ajakan tersebut dinilai sejalan dengan semangat DLH Sulbar dalam memperkuat pengelolaan sampah di tingkat daerah, baik dari sisi sistem, kebijakan, maupun partisipasi masyarakat.

BACA JUGA:  KominfoSS Sulbar Gelar Coaching Clinic untuk Pengelolaan Medsos dan Verifikasi Akun OPD

Kepala DLH Sulbar Zulkifli Manggazali, mengatakan bahwa arahan Wamen PUPR menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan tata kelola sampah yang lebih efektif.

“Kami sangat mengapresiasi ajakan dari Wamen PUPR. Ini sejalan dengan upaya DLH Sulbar dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih teratur, efisien, dan partisipatif. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem agar lebih berdampak bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Zulkifli, Selasa, 14/10/2025.

BACA JUGA:  Gubernur Suhardi Duka: "Tanpa Relaksasi Pasal 146 UU HKPD, Daerah Bisa Shutdown'"

Sebagai tindak lanjut, DLH Sulbar akan mengkaji penerapan sistem pengangkutan sampah terjadwal berdasarkan jenisnya, sebagaimana yang disampaikan oleh Wamen PUPR. Sistem tersebut akan membagi jadwal pengangkutan sampah seperti berikut:

  • Sampah organik: setiap Senin dan Kamis
  • Sampah plastik/anorganik: setiap Selasa dan Jumat
  • Sampah residu: setiap Rabu

Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah serta mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

BACA JUGA:  Diskusi Bersama PPPK dan OKP Satu Suara: Tak Ada yang Dikorbankan, Seluruh Lembaga Diminta Suarakan ke Pusat Masalah di Daerah