Selain itu, koordinasi dilakukan bersama pemerintah kabupaten, TNI/Polri dan unsur terkait untuk mendukung pengendalian karhutla di lapangan.
BPBD Sulbar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat atau berbau menyengat. Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
Pintu dan jendela rumah disarankan ditutup apabila konsentrasi asap di luar meningkat. Anak-anak, lansia dan kelompok rentan juga sebaiknya tidak terlalu lama berada di luar ruangan.
Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, iritasi mata, pusing atau keluhan kesehatan lainnya diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
BPBD juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, sampah maupun kegiatan lain yang dapat memicu kebakaran.
Warga yang menemukan titik api atau kebakaran lahan diminta segera melaporkannya kepada aparat atau petugas terdekat melalui kanal penanganan kebencanaan yang tersedia.
Khusus masyarakat Mamuju, apabila asap semakin pekat dan jarak pandang menurun, BPBD meminta warga mengutamakan keselamatan dan kesehatan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi teknis.
(*/w)












