Menurutnya, kegiatan tersebut kembali terlaksana setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para sahabat Sandeq yang turut menjaga tradisi tersebut.
“Kami mengapresiasi teman-teman sahabat Sandeq yang sudah maksimal dalam menjaga heritage Sandeq ini, akhirnya tahun ini bisa kita laksanakan kembali,” kata Abdi Yansya.
Ia mengatakan pelaksanaan tahun ini memiliki tantangan, terutama karena keterbatasan fiskal di tengah meningkatnya antusiasme Passandeq.
Meski demikian, jumlah peserta justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini ada 80 perahu Sandeq yang siap berlayar, sedangkan tahun lalu ada 50 perahu Sandeq,” pungkasnya.
Abdi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, Dinas Pariwisata Kabupaten Majene, Dinas Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, serta Kementerian Pariwisata RI yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Semoga tahun ini kita dapat melaksanakan Sandeq Silumba secara maksimal dan berjalan dengan baik,” tutup Abdi Yansya.
(*/w)












