Tiga lini utama transformasi ini meliputi restrukturisasi organisasi lintas sektor, peningkatan kompetensi SDM, dan menjadikan digitalisasi sebagai arsitektur organisasi. Di level riil, integrasi data dimulai dari desa untuk mendukung potensi ekonomi hijau dan biru, seperti pertanian, perkebunan, dan kelautan.
Ridwan menyebut masih terdapat 12 persen wilayah blankspot, namun capaian positif mulai terlihat. Kompetensi digital 12 ribu personel pemerintah daerah dikategorikan ‘Baik’. Selain itu, 504 ASN berhasil dilatih melalui Government Transformation Academy dan Digital Leadership Academy (DLA). Seluruh pengetahuan digital kini tersimpan di repositoring publik, mendukung peningkatan Indeks SPBE daerah.
“Kami terus berkoordinasi dengan kabupaten, menekankan pembangunan SDM. Anggaran besar tidak banyak berpengaruh kalau SDM tidak siap. Human capital menjadi kunci optimalisasi pelayanan publik,” pungkas Ridwan. (*/mi)












