Ke depan, Suraidah berharap pelaksanaan apel besar Pramuka dapat dilakukan secara bergiliran di setiap Kwartir Cabang (Kwarcab). Dengan demikian, kegiatan kepramukaan dapat menjangkau lebih banyak daerah dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, ia mengimbau sekolah, gugus depan, dan satuan karya (Saka) untuk kembali mengaktifkan kegiatan kepramukaan, termasuk Perkemahan Sabtu Minggu (Persami).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
“Kami berharap seluruh sekolah, gugus depan, dan satuan karya dapat menghidupkan kembali kegiatan kepramukaan secara aktif dan berkelanjutan. Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga wadah pembinaan karakter agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPRD Sulbar, Arianto, serta unsur terkait lainnya.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan Gerakan Pramuka diharapkan semakin kuat dalam mendukung pembinaan generasi muda di Sulawesi Barat. (*/w)












