“Hilirisasi kelapa tidak boleh berhenti pada wacana. Melalui kolaborasi strategis ini, kita memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai tinggi seperti nata de coco, sekaligus membekali wirausahawan muda dan siswa SMK dengan keterampilan teknis serta bantuan mesin produksi,” tegas Habibi Azis.
Dinas Koperindag Sulbar berkomitmen mengawal keberlanjutan program ini secara konsisten, mulai dari diversifikasi produk, standarisasi mutu, hingga penyediaan fasilitasi akses pasar bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan alumni vokasi di Sulawesi Barat.
(*/w)












