Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk mencapai keberhasilan pembangunan daerah. “Persatuan antara umara, ulama, dan umat menjadi kunci kemajuan suatu daerah. Ketika ketiganya bersatu, maka pembangunan akan berjalan dengan baik,” ujar Gubernur Duka di hadapan jamaah.
Gubernur juga mengingatkan bahwa tidak ada pemimpin yang sempurna. Oleh karena itu, peran ulama melalui nasihat, kontribusi pemikiran dari cendekiawan, serta doa dari masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menutupi setiap kekurangan dalam kepemimpinan.
Gubernur Duka berharap kebersamaan yang terjalin melalui Safari Ramadan dapat memperkuat persatuan dan mendorong Sulawesi Barat untuk berkembang sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia. “Semoga seluruh doa kita di bulan suci Ramadan ini diijabah oleh Allah SWT dan membawa kebaikan bagi daerah yang kita cintai bersama,” tutupnya. (*/wu)










