Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa selain bernilai historis dan spiritual, kawasan Kalumpang memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata religi terpadu di Sulawesi Barat.
“Perayaan 100 Tahun IMTK bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan momentum memperkuat nilai kebersamaan. Kami melihat Kalumpang memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata religi berbasis sejarah dan budaya yang berdaya saing,” ujar Bau Akram Dai.
Dispoparekraf Sulbar berkomitmen memperkuat sinergi bersama pemerintah kabupaten, tokoh adat, serta pelaku ekonomi kreatif agar pengembangan destinasi wisata religi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal melalui penguatan UMKM, kuliner, dan produk kerajinan daerah.
(*/w)












