Irfan selaku korlap menyampaikan sebagai wujud dari komitmen untuk mendorong perubahan yang lebih baik, AMP-SULBAR mengangkat berbagai tuntutan yang diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pusat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.
Tuntutan Utama AMP-SULBAR:
- Tanah untuk rakyat
- Naikkan upah buruh di Indonesia
- Tegakkan ketentuan jam kerja maksimal 8 jam per hari
- Pendidikan gratis bagi rakyat
- Stop komersialisasi pendidikan
- Lengkapi infrastruktur pendidikan di pelosok Indonesia, khususnya Sulawesi Barat
- Sejahterakan tenaga pendidik dengan pengupahan yang layak
- Berikan sepenuhnya anggaran 20% untuk pendidikan
- Evaluasi total makanan bergizi gratis (MBG), atau bila perlu hentikan
- Mendesak pemerintah daerah untuk membentuk perda OJOL Sulbar
- Gratis BPJS Ketenagakerjaan untuk OJOL Sulbar
- Mendesak aplikator menetapkan potongan biaya aplikasi maksimal (10%)
- Naikkan ongkos kirim OJOL.
Aksi yang dilakukan AMP-SULBAR berjalan damai dan kondusif. Irfan, berharap pemerintah untuk segera menuntaskan masalah yang ada dan memenuhi hak-hak rakyat Indonesia, khususnya di Sulawesi Barat, pungkasnya. (*/wu)












