Pemerintahan

Sekprov Ingatkan OPD Hindari Ego Sektoral di Bulan Ramadan

×

Sekprov Ingatkan OPD Hindari Ego Sektoral di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini

Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) secara virtual, Rabu (18/2/2026), sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi internal serta menegaskan disiplin dan tanggung jawab kinerja aparatur.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, menyampaikan bahwa atas arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bulan Ramadan harus tetap menjadi periode produktif bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Meski dalam suasana ibadah, kinerja dan pelayanan publik tidak boleh menurun. Justru ini momentum memperkuat disiplin dan tanggung jawab,” tegasnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Efektivitas Bantuan Sosial, Dinsos P3A–PMD Sulbar Manfaatkan Jaringan Luas PT Pos Indonesia

Dalam kesempatan itu, diumumkan penyesuaian jam kerja selama Ramadan. Untuk Senin hingga Kamis, pegawai masuk pukul 08.00 WITA, istirahat pukul 12.00, kembali bekerja pukul 13.00 hingga 15.00 WITA. Sementara pada Jumat, istirahat dimulai pukul 11.30 dan aktivitas kantor kembali berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WITA.

Selain itu, Pemprov Sulbar menerapkan skema fleksibel bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang dapat bekerja bergiliran sesuai pengaturan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebagian pegawai lainnya juga menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA), sehingga tugas tetap berjalan tanpa mengurangi tanggung jawab.

BACA JUGA:  Sekda Sulbar Tegaskan Larangan Bawa Aset Kantor Lama Pasca Mutasi dan Merger OPD

Sekda juga menekankan peran strategis sekretariat daerah sebagai motor penggerak penyelenggaraan pemerintahan. Setiap biro diminta memperkuat koordinasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Biro Hukum, misalnya, tidak hanya memfasilitasi penyusunan produk hukum, tetapi juga memastikan regulasi yang diterbitkan efektif di lapangan.

Evaluasi kinerja turut menjadi perhatian. Disebutkan adanya penurunan capaian nilai dibanding tahun sebelumnya, meski tidak signifikan.

BACA JUGA:  Empati Sosial Jadi Arah Baru Bapperida Sulbar di Bawah Kepemimpinan Amujib

“Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. Setiap OPD harus bertanggung jawab penuh atas tugas dan fungsinya,” ujar Junda Maulana.

Ia juga mengingatkan agar ego sektoral antar-OPD tidak menjadi penghambat. Sinergi harus diwujudkan dalam kerja nyata, terutama di bulan Ramadan yang menuntut keseimbangan antara ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. (*/wu)