“Imam dan khatib harus tidak hanya memimpin ibadah, tetapi juga menjadi teladan dan penuntun bagi masyarakat. Mereka harus mampu menyampaikan dakwah yang bijak, moderat, dan sesuai dengan kebutuhan umat,” ujarnya.
Pelatihan ini sangat relevan, terutama dengan meningkatnya aktivitas ibadah di masjid selama bulan Ramadan. Imam dan khatib diharapkan dapat menjaga suasana keagamaan yang teduh, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah umat.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap masjid dapat semakin berperan sebagai pusat pembinaan umat dan ruang lahirnya dakwah yang mencerahkan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga mengajak masyarakat untuk mendukung program-program pembinaan keagamaan ini agar kualitas kehidupan beragama di Sulawesi Barat semakin baik dan harmonis. (*/wu)












