“Kami harap tidak ada ASN yang keluar dari Mamuju dengan alasan libur, karena ini justru akan membebani anggaran,” jelasnya.
Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka untuk menyesuaikan pola kerja dengan kondisi fiskal yang ada. Selain WFH, penerapan rapat virtual dan pembatasan perjalanan dinas juga menjadi bagian dari strategi penghematan.
“Rapat-rapat akan dilakukan secara virtual sebisa mungkin, dan perjalanan dinas akan dibatasi hanya untuk kegiatan yang benar-benar mendesak,” pungkas Junda Maulana. (*/wu)












