Adapun varietas calon benih padi yang dipanen meliputi Mekongga, Ciliwung, Ciherang, Inpari 32, dan IR Nutrizinc. Varietas IR Nutrizinc menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena merupakan padi biofortifikasi yang kaya akan kandungan zinc, yang berperan penting dalam membantu pencegahan stunting serta mendukung perbaikan gizi masyarakat.
Nasaruddin juga menyampaikan bahwa potensi produksi benih dari panen awal tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 30 ton, yang dapat memenuhi kebutuhan benih untuk pertanaman seluas sekitar 1.200 hektare.
“Kami berharap hasil ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi di Sulawesi Barat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Ke depan, UPTD BBTPH akan terus melanjutkan proses perbanyakan benih padi guna menjaga keberlanjutan pasokan benih unggul di daerah.
Selain memperkuat ketahanan pangan, langkah ini juga selaras dengan Program Strategis Nasional di sektor pertanian, sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (*/wu)












