“Secara pelayanan di lapangan, capaian kita sebenarnya sudah di atas 50 persen. Tantangannya saat ini adalah memastikan seluruh data masuk ke sistem sehingga gambaran capaian riil dapat terlihat secara utuh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2KL), Muhammad Ihwan, memaparkan sejumlah kendala teknis yang dihadapi petugas dalam proses pelaporan digital, seperti aplikasi yang mengalami gangguan akses serta munculnya kasus data sasaran tidak ditemukan meskipun sebelumnya telah diinput.
“Kami terus berkoordinasi dengan helpdesk pusat dan mendorong validasi data secara berkala agar proses sinkronisasi berjalan optimal. Target kita bukan hanya capaian tinggi, tetapi juga kualitas data yang akurat,” jelasnya.
Dengan capaian pelayanan yang sudah melampaui 50 persen, Pemprov Sulbar kini mempercepat proses sinkronisasi dan validasi data agar capaian riil imunisasi di Majene dapat tercermin secara akurat dalam sistem digital pada tahun 2026. (*/wu)












