- Mendata dan mendampingi keluarga berisiko gizi buruk,
- Memberikan edukasi gizi seimbang, Mengajarkan pengolahan bahan pangan lokal,
- Menggerakkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L),
- Menanamkan budaya hemat dan anti-sisa makanan.
“TP-PKK tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor – mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, hingga pihak swasta dan perguruan tinggi,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Harsinah Suhardi menegaskan bahwa peluncuran bantuan pangan bergizi ini bukan sekadar seremonial, tetapi gerakan moral dan sosial untuk membangun kesadaran bersama.
“Perempuan Hebat, Keluarga Sehat. Bersama PKK, kita wujudkan Generasi Bergizi dan Sehat menuju Sulbar Maju dan Sejahtera,” pungkasnya. (*/wu)












