“Dengan terus belajar dan merefleksikan praktik terbaik, kita tidak hanya memenuhi standar profesional, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” ujar Firman.
Program PPB dirancang untuk menciptakan budaya pembelajaran kolaboratif dan reflektif. Tidak hanya kemampuan klinis yang ditingkatkan, tetapi juga aspek manajemen, kepemimpinan, dan mutu asuhan keperawatan. Tiga metode utama yang menjadi fokus program ini yaitu:
- Diskusi Refleksi Kasus (DRK) – wadah analisis kasus nyata yang kompleks untuk menghasilkan pembelajaran bersama dan rekomendasi perbaikan.
- Ronde Keperawatan (RK) – kegiatan pembelajaran langsung di samping pasien, menjembatani kesenjangan teori dan praktik.
- Kajian Jurnal (JR) – memastikan praktik keperawatan selalu mutakhir melalui analisis dan presentasi jurnal ilmiah terbaru yang relevan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi pada kegiatan sosialisasi. Meski jadwal padat menjadi tantangan, para perawat berkomitmen untuk mencari solusi fleksibel tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan uji coba PPB di tiga unit pelayanan, dengan pendampingan dari Subbid PP Mutu Keperawatan.
Program PPB ini dijadwalkan mulai diimplementasikan secara rutin pada tahun 2026. Keberhasilan program diharapkan dapat terwujud melalui komitmen tenaga keperawatan, dukungan Direksi RSUD Sulbar, serta partisipasi seluruh bidang terkait. (*/wu)












