FSVA tahun 2026 akan menggunakan metode baru dengan 12 indikator utama yang mencakup tiga pilar ketahanan pangan: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Dengan melibatkan berbagai instansi terkait, FSVA diharapkan dapat memberikan data yang valid dan komprehensif sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Suyuti Marzuki dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan FSVA ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan dasar yang berkualitas.
Pembentukan tim ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarinstansi sehingga hasil FSVA 2026 dapat menjadi referensi kebijakan yang lebih akurat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Barat. (*/wu)












