Mengenai komoditas bawang, Gubernur menyebutkan bahwa harga dan produksi bawang di Sulbar sudah relatif terkendali. Pemprov Sulbar juga memperketat pengawasan distribusi barang kebutuhan pokok untuk memastikan pasokan tetap lancar menjelang Idul fitri.
“Kita pastikan distribusi dipantau semua. Semua alat disiapkan. Kalau ada distribusi yang putus, saya beri waktu enam jam untuk diselesaikan. Kalau lewat enam jam, TPP-nya saya potong,” tegas Suhardi Duka.
Selain itu, Gubernur juga meminta penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk Sulbar, karena pasokan yang ada saat ini dinilai masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Jatah BBM yang diberikan masih belum cukup. Kita minta Sulawesi Barat ditambah kapasitas dan jumlah BBM-nya,” ujar Suhardi Duka, berharap bahwa langkah-langkah ini akan memastikan inflasi Sulbar tetap terjaga dengan baik.
Dengan berbagai langkah pengawasan dan penanganan yang telah diambil, Pemprov Sulbar optimis dapat menjaga inflasi di bawah 2,5 persen, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. (*/wu)












