Gubernur juga menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi oleh Kabupaten Majene, di mana sekitar 56 persen APBD digunakan untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan terbatas. Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya mengalokasikan anggaran untuk mendukung proyek-proyek pembangunan penting.
Lebih lanjut, Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemprov Sulbar tengah mengupayakan dukungan dari program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Desa untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Majene. Selain itu, Pemerintah Provinsi juga merencanakan pengembangan kawasan kampung nelayan di Kabupaten Majene, dengan investasi sekitar Rp21 miliar per lokasi, yang berpotensi mendatangkan sekitar Rp60 miliar untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.
Suhardi Duka menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan hanya seremonial, melainkan kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mewujudkan pembangunan yang lebih baik.
“Semoga melalui kebersamaan ini, kita dapat terus bekerja sama untuk kemajuan Kabupaten Majene,” tutupnya. (*/wu)










