MAMUJU – Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sulawesi Barat berperan strategis dalam mempercepat terwujudnya kerja sama kelembagaan antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Peran tersebut berpuncak pada kunjungan resmi Rektor UGM ke Mamuju sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UGM dan Pemprov Sulbar.
Kerja sama ini diharapkan mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk afirmasi penerimaan mahasiswa berprestasi asal Sulawesi Barat di UGM serta pelaksanaan KKN tematik dan pendampingan kebijakan pembangunan daerah berbasis riset.
Ketua Pengda KAGAMA Sulbar, Abdul Wahab, menyatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.
“Kerja sama ini menjadi titik tolak pengembangan SDM di Sulbar yang secara simultan akan mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia. Ini merupakan akar persoalan yang coba kami jawab melalui kehadiran pimpinan tertinggi dari kampus ternama sekelas UGM,” ujarnya.
Inisiatif kerja sama tersebut bermula dari komunikasi intensif Pengda KAGAMA Sulbar dengan Gubernur Sulawesi Barat pada momentum Musyawarah Daerah. Gagasan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kemudian dikoordinasikan dengan Pengurus Pusat KAGAMA dan diteruskan kepada Rektorat UGM.
Setelah melalui pembahasan internal, pihak Rektorat UGM merespons positif usulan tersebut dan menyatakan kesiapan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Di tingkat daerah, Pengda KAGAMA Sulbar kembali melakukan pertemuan dengan Gubernur untuk menyampaikan rencana kolaborasi tersebut sekaligus meminta kesediaan menerima kunjungan Rektor UGM beserta rombongan. Pemerintah Provinsi Sulbar pun menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
Kehadiran langsung Rektor UGM di Mamuju menjadi simbol penguatan hubungan kelembagaan sekaligus momentum awal kolaborasi jangka panjang antara UGM dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. (*/wu)












