Mamuju, Sulawesi Barat – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan almarhum Wakil Gubernur Salim S Mengga (SDK-JSM) diwarnai sejumlah capaian positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional hingga penguatan sinergi pembangunan antara provinsi dan kabupaten. Gubernur menegaskan, kini tidak ada lagi anggapan bahwa provinsi berjalan sendiri sebagai “kabupaten ketujuh”.
Pernyataan itu disampaikan Suhardi Duka saat buka puasa bersama dan refleksi satu tahun kepemimpinan SDK-JSM di Masjid Raya Suada Mamuju, Jumat, 20/2/2026.
Menurutnya, dalam setahun terakhir, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berhasil menyinergikan program pembangunan di enam kabupaten sehingga tidak lagi terjadi ego sektoral maupun tumpang tindih kebijakan.
“Tidak lagi terdengar di kabupaten bahwa provinsi adalah kabupaten yang ketujuh. Sekarang antara kabupaten dengan provinsi menjadi satu dengan kebutuhan yang sama, yaitu membangun daerah dengan sebaik-baiknya,” jelas Suhardi Duka.
Dari sisi kinerja makro, pertumbuhan ekonomi Sulbar tercatat 5,36 persen, melampaui rata-rata nasional 5,11 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 70,46 menjadi 71,16. Angka kemiskinan turun dari 10,71 persen menjadi 10,18 persen, sementara gini rasio membaik dari 0,316 menjadi 0,308.
Di sektor infrastruktur, kondisi jalan provinsi dalam kategori mantap meningkat dari 46,89 persen menjadi 49,77 persen. Sementara itu, indeks reformasi birokrasi mencapai 73,76 dengan kategori BB.
Capaian tersebut diraih di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Gubernur mengungkapkan, meski anggaran daerah sempat dipangkas sekitar Rp300 miliar, melalui lobi ke pemerintah pusat, Sulbar justru berhasil mendapatkan tambahan program senilai sekitar Rp500 miliar.
“Mungkin kita dipotong 300 miliar, tapi dengan kemampuan lobi kita di Jakarta menurunkan 500 miliar kembali, saya kira sama saja,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan semata hasil kerja pemerintah provinsi, melainkan sinergi seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten dan dukungan pemerintah pusat.
Refleksi satu tahun SDK-JSM menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen untuk menjaga kesinambungan pembangunan, memperkuat kolaborasi, dan memastikan Sulawesi Barat terus bergerak maju secara merata dan berkelanjutan. (*/wu)












