“Pelayanan kesehatan yang cepat, akurat, dan responsif harus ditopang oleh SDM yang memahami teknologi digital. Hasil pengukuran ini menjadi pijakan penting untuk merancang peningkatan kapasitas aparatur secara lebih terarah,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulbar dan Wakil Gubernur atas dukungan kebijakan yang mendorong digitalisasi birokrasi dan pelayanan publik, termasuk di sektor kesehatan.
Melalui capaian ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen terus memperkuat kapasitas ASN dan Non-ASN agar transformasi digital tidak sekadar menjadi jargon, tetapi terwujud nyata dalam pelayanan kesehatan yang efisien, inklusif, dan berbasis data.
(*/wu)












