Gubernur mengingatkan bahwa pengendalian inflasi sangat penting, karena tingginya inflasi dapat melemahkan daya beli masyarakat dan mengganggu stabilitas ekonomi. “Inflasi sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Yang tadinya mampu membeli 10, kini hanya bisa membeli 5,” tegasnya.
Mengenai perkembangan ekonomi Sulbar, Gubernur menyampaikan bahwa pada 2024 ekonomi Sulbar tercatat tumbuh sebesar 4,7 persen, meskipun masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pada 2025, ekonomi Sulbar berhasil tumbuh sebesar 5,36 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen, menunjukkan kontribusi positif Sulbar terhadap perekonomian nasional.
Melalui pertemuan HLM TPID ini, Pemprov Sulbar berharap sinergi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten semakin diperkuat untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (*/wu)












