TEKNOLOGI

Pemerataan kualitas signal 4G, KominfoSS Perkuat Koordinasi ke Pusat

×

Pemerataan kualitas signal 4G, KominfoSS Perkuat Koordinasi ke Pusat

Sebarkan artikel ini

Simboro.id, Area blankspot di Provinsi Sulawesi Barat terus menyusut seiring langkah intensif yang dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Sulbar melalui koordinasi aktif dengan pemerintah pusat dan operator telekomunikasi. Upaya ini menjadi bagian dari percepatan pemerataan akses jaringan 4G hingga ke wilayah terpencil.

Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan pengurangan blankspot dilakukan berbasis data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) RI, sehingga intervensi pembangunan infrastruktur telekomunikasi lebih terarah dan tepat sasaran.

“Data kementerian menjadi pijakan penting bagi kami untuk memastikan pemerataan akses telekomunikasi hingga ke desa-desa. Dengan langkah yang terukur, pengurangan blankspot dapat terus dipercepat,” ujar Ridwan.

Berdasarkan Dashboard PMT Ditjen Infrastruktur Digital Kemenkomdigi RI per Februari 2026, masih terdapat 82 desa atau 12,65 persen wilayah Sulbar yang berada pada kondisi non coverage. Rinciannya, 57 desa berstatus blankspot dan 25 desa mengalami sinyal lemah.

Sebaran desa tersebut meliputi Kabupaten Pasangkayu (3 blankspot, 1 lemah), Mamuju (25 blankspot, 7 lemah), Mamasa (14 blankspot, 6 lemah), Polewali Mandar (5 blankspot, 4 lemah), Majene (4 blankspot, 5 lemah), serta Mamuju Tengah (6 blankspot, 2 lemah).

Saat ini, infrastruktur telekomunikasi di Sulbar didukung 734 site menara seluler dengan total 3.459 BTS, terdiri dari 838 BTS 2G dan 2.621 BTS 4G. Distribusi site terbanyak berada di Polewali Mandar sebanyak 268 site, disusul Mamuju 122 site, Majene 110 site, Mamasa 88 site, Mamuju Tengah 83 site, dan Pasangkayu 63 site.

Ridwan menegaskan, pemerataan akses internet tidak hanya penting untuk komunikasi masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi transformasi digital daerah, mulai dari layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), hingga penguatan ekonomi desa.

KominfoSS Sulbar pun terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, operator seluler, serta pemerintah kabupaten guna mempercepat pembangunan BTS dan peningkatan kualitas sinyal di wilayah prioritas.

“Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terus kami bangun, agar pembangunan BTS dan penguatan sinyal difokuskan pada wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses,” jelasnya. (*/wu)