“Optimalisasi lahan, penggunaan benih unggul, penguatan pendampingan petani, serta perbaikan pola tanam menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi jagung di Sulawesi Barat,” jelas Titiek.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas bidang, termasuk dengan pengawas mutu pakan peternakan, guna menjamin ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan ternak tetap terjaga.
Melalui rapat koordinasi ini, DTPHP Sulbar merumuskan sejumlah langkah strategis yang akan ditindaklanjuti dalam program kerja, di antaranya peningkatan luas tanam, intensifikasi pertanian, serta penguatan pengawasan mutu guna mendukung rantai pasok jagung yang berkelanjutan.
DTPHP Sulbar optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, target swasembada jagung di Sulawesi Barat dapat segera terwujud demi mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan petani. (*/wu)












