Junda Maulana menegaskan bahwa pelaksanaan Idulfitri oleh jamaah Muhammadiyah maupun kelompok lainnya pada prinsipnya memiliki makna yang sama. “Kita tidak mencari perbedaannya, tapi kita mencari persamaannya bahwa kita sekarang terlahir fitrah,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik awal memperkuat persatuan dan membangun daerah. “Terlahir fitrah untuk bagaimana kita membangun Indonesia pada umumnya, membangun Sulawesi Barat khususnya,” tuturnya.
Sekda Sulbar berharap perbedaan yang ada tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk menjaga harmoni dan kebersamaan di tengah masyarakat. (*/wu)












