MAMASA

Gubernur Sulbar Dukung Event Bulan Mamase, Dorong UMKM dan Budaya Masuk KEN

×

Gubernur Sulbar Dukung Event Bulan Mamase, Dorong UMKM dan Budaya Masuk KEN

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mendorong Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk segera mendaftarkan event tahunan “Bulan Mamase” ke dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata.

Mamasa, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mendorong Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk segera mendaftarkan event tahunan “Bulan Mamase” ke dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata. Hal ini disampaikan saat membuka event “Bulan Mamase” di Lapangan Kondosapata, Mamasa, yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan komitmennya untuk mendukung event ini agar bisa naik level menjadi lebih besar. Ia menyebutkan bahwa Pemprov Sulbar akan membantu mendaftarkan event tersebut ke KEN dan menyarankan agar proses ini segera ditindaklanjuti dalam perencanaan anggaran tahun 2027. “Segera daftar ke KEN, nanti kita bantu. Tahun depan Pemprov juga akan dukung anggarannya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Makna Idul Fitri 1447 Hijriah: Gubernur Sulbar Ajak Masyarakat Doakan Perdamaian Dunia

Gubernur juga memberikan apresiasi atas pembukaan event yang diwarnai dengan parade budaya dari 17 kecamatan di Mamasa, yang menampilkan kekayaan tradisi dan identitas daerah. Ia menekankan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga merupakan cerminan jati diri. Suhardi Duka mengungkapkan rasa bangganya karena masyarakat Mamasa masih kuat menjaga identitas budaya, salah satunya melalui pakaian tradisional seperti sambu’, yang masih digunakan dengan bangga.

BACA JUGA:  Suhardi Duka Serukan Upaya Meningkatkan PAD di Kabupaten Sulbar untuk Hadapi Krisis Fiskal

Namun, Gubernur juga mendorong agar produk budaya, seperti tenun sambu’, tidak hanya dijaga sebagai simbol, tetapi juga dikembangkan menjadi produk yang dapat menarik perhatian pasar yang lebih luas, termasuk nasional. Ia mencontohkan batik yang kini menjadi identitas nasional yang bernilai ekonomi tinggi.